Sejarah Klasis Semau

MAJELIS KLASIS SEMAU

SELAYANG PANDANG TENTANG KLASIS SEMAU
TAHUN 1996-2017

I. Gambaran Umum
Klasis Semau adalah nama yang diambil dari nama Pulau Semau itu sendiri. Secara geografis Pulau Semau terletak di perairan sebelah barat Pulau Timor yakni sebelah barat Kota Kupang. Secara administratif wilayah Pulau Semau terdiri dari dua wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan.
Kecamatan Semau terdiri dari Delapan wilayah Pemerintahan Desa yakni Desa Batuinan, Desa Otan, DesaBokonusan, Desa Utao, Desa Letbaun, Desa Huilelot, Desa Uiasa, Desa Hansisi. Jumlah penduduk Kecamatan Semau adalah 8.097 jiwa dengan kepadatan penduduk 56 jiwa/km2 . luas wilayah Kecamatan Semau adalah 143,42 km2. Sementara itu Kecamatan Semau Selatan terdiri dari enam wilayah Pemerintahan Desa yakni Desa Onansila, Desa Uitiuhana, Desa Akle, Desa Naikean, Desa Uitiuhtuan, Desa Uiboa. Jumlah penduduk adalah 6.272 jiwa dengan kepadatan penduduk 60 jiwa/km2. Luas wilayah Kecamatan Semau Selatan adalah 105,24 km2. Wilayah dua Kecamatan di Pulau Semau ini termasuk wilayah Pemerintahan Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Secara sosial budaya jemaat/masyarakat Semau dapat dikategorikan sebagai jemaat/masyarakat yang hiterogen karena keberagaman suku yang ada di Pulau Semau. Namun demikian Suku Helong yang masih mendominasi dari segi jumlah karena merupakan Suku tertua di Pulau Semau. Sisanya yakni suku Rote, Timor, Sabu, Alor, Sumba, Jawa dan Bali sehingga bahasa sehari-hari adalah bahasa Helong. Sedangakan bahasa Indonesia digunakan pada acara-acara formal di lingkup gereja maupun pemerintahan.
Secara ekonomi/mata pencaharian umumnya jemaat/masyarakat di Pulau Semau Petani lahan kering maupun lahan basah seperti sawah tadah hujan, jagung dan hortikultura (sayuran, lombok, tomat dan bawang merah) Sebagian jemaat/masyarakat juga menekuni budidaya rumput laut dan nelayan. Sisanya adalah pedagang/pengusaha dan pegawai negeri sipil. Disisi lain Pulau Semau juga memiliki potensi Ternak yang cukup besar baik itu dari segi jumlah maupun kwalitasnya karena lahan gembalaan dan rens pakan ternak dibeberapa tempat masih tersedia dengan baik untuk kegiatan penggemukan dan paronisasi. Yang juga tidak kalah menariknya adalah potensi parawisata pantai yang terletak di Pantai Liman, Pantai Onan Balu, Pantai Otan, Pantai Batuinan dan Pantai Uiasa.

II. Sekilas Sejarah Klasis Semau
Berbicara tantang sejarah Klasis Semau tidak bisa kita pisahkan dari sejarah Klasis Kupang Barat. Oleh karena Klasis Semau merupakan Klasis Pemekaran dari Klasis Kupang Barat. Tepatnya tanggal 06 Juni 1996. Kebaktian Pengukuhan dan Pengresmian Pemekaran dan Pelepasan dilaksakan di Gedung Kebaktian jemaat Getsemani Otan dihaidiri oleh Pdt. Viktor Sioen, Sm.Th,(alm) sebagai Ketua Klasis Kupang Barat, Pdt. Hengki Abineno, Sm.Th, M.Pd, Pdt. Yahya Laukusa, S.Th,(alm) Pdt. Yance Naioan serta beberapa Pendeta yang melayani di Klasis Semau pada saat itu. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Yahya Laukusa, S.Th.(alm)
Klasis Semau dimekarkan dari Klasis Kupang Barat dengan 5 wilayah pelayanan yakni;
1. Jemaat wilayah Semau Utara,di layani oleh Pdt. Bernabas Bureni
2. Jemaat Semau Tengah Utara, di layani oleh Pdt. Semuel Tamelan, Sm. Th
3. Jemaat Semau Tengah Selatan,di layani oleh Pdt. Cornelius Thomas Pong, Sm.Th
4. Jemaat Semau Selatan Timur, di layani oleh Pdt. Melianus Paulus Lado, S.Th
5. Jemaat Semau Selatan Barat. di layani oleh Pdt.Cornelis Tonmo, S.Th
Klasis Semau awal mula masih bergabung dengan Klasis Kupang Barat terdiri dari dua Jemaat wilayah yaitu Jemaat wilayah Semau Utara dan Jemaat Semau Selatan yang dilayani oleh satu Pendeta yakni Pdt. Yusuf Benyamin Buimau. Kemudian Majelis Sinode menempatkan dua Pendeta yakni Pdt. Ibrahim Haking Laiskodat yang melayani di Jemaat Semau Utara dan Pdt. Lukas Maukari yang melayani di Jemaat Semau Selatan. Setelah Pdt. Ibrahim H. Laiskodat mengikuti pendidikan ABRI maka Pdt. Semuel Tamelan ditempatkan oleh Majelis Sinode GMIT untuk melayani Jemaat wilayah Semau Utara. Dari sisni ada uapaya pemekaran dan penempatan pendeta hingga tahun 2005 Klasis Semau sudah memiliki 5 jemaat wilayah dan 1 jemaat mandiri, yakni jemaat wilayah Semau Utara, Semau Tengah Utara, Semau Tengah Selatan, Semau Selatan Timur, Jemaat Semau Selatan Barat dan Jemaat Sinar Allah Pahlelo.
Perkembangan dari tahun 2005 sampai 2017 Klasis Semau memiliki 10 jemaat mandiri dan 7 jemaat bermata jemaat yang dilayani oleh 17 0rang pendeta dan 237 Penatua/Diaken. Untuk jumlah anggota jemaat GMIT seluruhnya sebanyak : 10.464 orang, anggota baptis 10365 orang, anggota sidi 7.257 orang, jumalh pasangan nikah 2.649 pasang, nikah adat 52 pasang (data 2017) yang tersebar di 31 mata jemaat/gereja. Sedangkan jumlah Kepala Keluarga di Klasis Semau sebanyak 2. 691 KK.

A. Berikut susunan nama Pendeta yang pernah menjadi Ketua Klasis Semau sesuai periode pelayanannya:
1. Pdt. C. Th. Pong, SmTh (1996-2000)
2. Pdt. Daniel Lasarus Rondo (2000-2003)
3. Pdt. Semuel Tamelan, SmTh (2003-2007)
4. Pdt. Thomas O. Hayr, STh (2007-Nopember 2013)
5. Pdt. Ishak S. Selan, STh (Januari 2014-Januari 2016)
6. Pdt. Jois Ronald Tulle, S.Th (2015-2019)
Pada saat Pdt. Semuel Tamelan menjadi KPWK, pusat Klasis dipindahkan ke Uitao sesuai lokasi rumah dimana yang bersangkutan tinggal. Pada saat Pdt. Thomas Hayr, S.Th (2007)menggantikan Pdt. Semuel Tamelan, maka pusat Klasis berpindah lagi ke Uiasa dengan menggunakan Pastori Jemaat Sonaf Mole Uiasa sebagai sekretariat karena pada saat itu Pdt. Thomas Hayr juga masih melayani sebagai Ketua Majelis Jemaat Sonaf Mola Uiasa. Namun sejak periode kepemimpinan Pdt. Ishak Selan, S.Th dan Pdt. Jois Ronald Tulle,S.Th sekeretariat Klasis dipindahkan lagi ke Batuinan yakni menggunakan rumah Sekretaris Klasis Semau.

B. Susunan Penatua/Pendeta yang pernah menjadi Sekretaris Klasis Semau;
1. Pnt. Piter Pong (1996-2003)
2. Pdt. Thomas O. Hayr(2003-2007)
3. Pnt. Fredik Nope (2007-2011) (alm)
4. Pnt. Adam Horisoan Bao (2011-2015; 2015-2019)

C.Susunan Penatua/Pendeta yang pernah menjadi Bendahara Klasis
1. Bpk. Yohanis Lumbaka (1996-2007)
2. Pnt. Erwin D. Mola (2007-2011; 2011-2015; 2015-2019)
D.Susunan anggota Tim Pembantu KPWK dan anggota MK Non Pendeta periode 2007 sampai sekarang,
1. Pdt. Ishak Selan S.Th (2007-2011)
2. Pnt. Adam Horison Bao(2007-2011)
3. Pnt. Lorens Hendrik (2011-2015)
4. Pnt. Frits Battuh (2011-2015)
5. Pnt. Simson Bislisin, S. PAK (2015-2019)
6. Pnt. Dominggus Pallo (2015-2019)
7. Pnt. Dani Melkior Killa (2015-2019)
8. Pnt. Hernimus Poto (2015-2019)

E.Klasis Semau dan Pergumulan Pemabangunan Gedung Kantor
Sejak Klasis Semau berdiri sampai sekarang belum ada tempat yang tetap untuk dijadikan sebagai Kantor Klasis sehingga pusat pengelolaan administrasi sering berpindah – pindah sesuai tempat tinggal masing-masing Ketua Klasis yakni Bokonusan, Otan, Uitao, Uiasa dan Batuinan dengan menggunakan Kantor atau Pastori jemaat dimana Ketua Klasis melayani. Sejak januari 2014 sampai sekarang sekretariat Majelis Klasis bertempat di rumah Sekretaris Klasis Semau
Kondisi ini terus digumuli oleh Majelis Klasis Semau bersama seluruh jemaat GMIT di Klasis Semau, sehingga pada Tahun 2015 Klasis Semau mulai membangun Kantor Klasis dengan uk. 21 m x 12 m yang berlokasi di Desa Uitao, Kecamatan Semau. Kami merencanakan untuk pembangunan ini akan diselesaikan pada tahun 2019. Oleh karena itu mohon dukungan doa dan uluran tangan dari semua pihak untuk menopang kami dalam upaya ini.

Demikian sekilas pandang tentang Klasis Semau dengan segala keterbatasannya. Walaupun demikian Klasis Semau akan terus menggumli tugas dan panggilannya, sekaligus mengevaluasi, menata serta merumuskan kebijakan-kebijakan strategis pelayanan dalam rangka memberi solusi terhadap perbagai persoalan terutama menjawab kemajuan dalam segala bidang ( Sosial, Politik, Ekonomi,Budaya dan iptek) yang terjadi ditengah-tengah jemaat/masyrakat, sehingga diharapkan kehadiran gereja (GMIT) di Pulau ini akan dapat bersinergi dengan semua pihak agar cita-cita pelayanannya dapat terwujud sesuai RIP dan HKUP GMIT.

Boablingin-Sodamole