SERUAN UNTUK BERTOBAT

Featured Block Khotbah New

KHOTBAH PERSIAPAN PERJAMUAN KUDUS, TGL 23-6-2015

PA : Zefanaya 2 : 1-2    “Seruan Untuk Bertobat”

Penulis: Zefanya (+ 630 SM)

Tema: Hari Tuhan

 

Latar Belakang

Zefanya, yang namanya berarti “Tuhan menyembunyikan”, adalah putra dari buyut

Raja Hizkia yang bernubuat selama masa pemerintahaan Yosia (639-609 SM),

penguasa saleh yang terakhir di Yehuda ( Zef 1:1). Dengan mengacu kepada

Yerusalem sebagai “tempat ini” (Zef 1:4) dan penggambaran yang tepat

dari topografi dan dosa-dosanya, menunjukkan bahwa dia adalah penduduk ibu kota.

Sebagai keturunan keluarga raja dan kerabat Raja Yosia berarti bahwa ia bisa

keluar-masuk istana kerajaan. Dapat dipahami bahwa nubuat-nubuatnya berfokus

pada firman Tuhan bagi Yehuda dan bangsa-bangsa lainnya.

Dosa-dosa yang dituduhkan Zefanya kepada Yerusalem dan Yehuda ( Zef 1:4-13; 3:1-7)

menunjukkan bahwa ia bernubuat sebelum pembaharuan dan kebangunan di bawah

Yosia, pada saat dosa-dosa yang hebat dari para pendahulu Yosia yang jahat

(Manasye, Amon) masih merajalela di kalangan masyarakat. Pada tahun ke-12 dari

pemerintahan Yosia (tahun 627 SM) barulah raja mulai membersihkan bangsa itu

dari penyembahan berhala dan menghidupkan kembali ibadah yang benar kepada

Tuhan; delapan tahun kemudian ia memerintahkan untuk memperbaiki dan menyucikan

Bait Salomo. Pada waktu itu ditemukan sebuah salinan hukum Tuhan (bd.  2 Raj 22:1-10).

Gambaran yang diberikan Zefanya mengenai keadaan rohani dan moral Yehuda yang

menyedihkan pasti ditulis sekitar 630 SM. Sangat mungkin pemberitaan nubuat

Zefanya secara langsung mempengaruhi raja dan membantu memberi semangat kepada

gerakan pembaharuan raja. Tanggal 630 SM selanjutnya diperkuat oleh kenyataan

bahwa Babel sama sekali tidak disebutnya sebagai kekuatan yang patut

diperhitungkan pada skala internasional; Babel baru mulai bangkit dengan naiknya

Nabopolasar ke takhta pada tahun 625 SM. Akan tetapi, Zefanya menubuatkan

kebinasaan Asyur yang perkasa, suatu peristiwa yang terjadi pada tahun 612 SM

bersama dengan jatuhnya Niniwe. Yeremia merupakan rekan Zefanya yang lebih muda.

Isi Teks :

Seruan untuk bertobat, merupakan sebuah seruan yang menekankan pertobatan masal bangsa Israel. Ay 1 memberi gambaran terpecah belahnya persekutuan diantara mereka sehingga diserukan supaya mereka bersatu lagi terlebih ada semangat dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan jangan pernah acuh tak acuh kepada Tuhan. Ay 2 memberi gambaran kemahakuasaan Tuhan yang dasyat dan mampu berbuat apa saja kepada mereka. Murka Tuhan bisa saja terjadi jikalau mereka terus menyakiti Tuhan dan berpaling dari Tuhan. Ay 3  merupakan sebuah ajakan kepada umat yaitu carilah Tuhan, carilah keadilan, carilah kerendahan hati sehingga bisa terhindar dari kemurkaan Tuhan.

Relevansi :

SERUAN PERTOBATAN

Dari cerita diatas dapat  kita tarik makna terdalam bahwa Tuhan sangat menginginkan pertobatan bagi setiap orang yang telah jauh dari Tuhan. Semakin kita jauh justru Tuhan semakin dekat kita, sebab tanganNya selalu terbuka untuk menerima kita. Kita membutuhkan pertobatan sebab pasti didalam Tuhan ada pengampunan yang indah. Semakin bersemangat dan berkumpul terus untuk menyembah Tuhan. Orang bilang…mau lari kemana pun Tuhan pasti ada.

Haruslah kita sadari dengan sungguh bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang dahsyat dan kuat yang telah memberikan apa saja  yang kita mau. Tetapi Dia juga Allah yang cemburu bagi setiap orang yang menduakan Tuhan dalam kehidupannya. Selagi masih ada kesempatan bagi kita…cobalah terus untuk menyenangkan Tuhan.

Lewat firman Tuhan saat ini juga menasehatkan kita semua untuk mencari Tuhan setiap saat. Ada kata “ Tuhan hanya sejauh doa “. Memang hanya dengan doa kita dekat dengan Tuhan, dengan doa kita mengucapkan pergumulan kita supaya Tuhan tahu apa yang kita mau dan harus kita jalani. Biarlah dengan ini kita mengerti bahwa Tuhan selalu dekat dengan kita, dan kita bias dijauhkan dari murka Tuhan. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *