ROH KUDUS MENJADIKAN KITA SEBAGAI SAKSI KRISTUS

Featured Block Khotbah New

KHOTBAH MNGGU,21-6-2015

Nats Pembimbing        : 2 kor 2 :14-15

Pembacaan Alkitab     : Kisah Para Rasul 8 : 26-40

Pembacaan Mazmur    : Mazmur 3   : 2-9

T E  M  A                    : KUASA ROH KUDUS MENJADIKAN KITA SEBAGAI SAKSI KRISTUS

 

Bpk/Ibu/Sdr/i ………

Siapa diantara kita yang tidak ingin selamat? Saya percaya kita semua mendambakannya. Setiap orang sadar bahwa dirinya membutuhkan keselamatan. Oleh karena itu orang selalu mencari perlindungan kepada Yang Maha Kuasa untuk menemukan keselamatan yang pasti. Manusia mencoba mencari jalan untuk mendapatkan keselamatan yang sejati sehingga hidupnya benar-benar mengalami ketenangan. Itulah yang membuat sida-sida itu rela pergi ke Yerusalem untuk mencoba mengenal Allah.

Disisi lain, Allah juga melihat bahwa keselamatan dalam diri manusia itu sangat berharga. Oleh karena itu Allah sendiri yang menyediakan jalan keselamatan itu. Keselamatan yang sejati bukan dari karya manusia atau hasil penemuan manusia untuk menyelamatkan dirinya melainkan Allah yang datang dan menyediakan diri-Nya menjadi Penyelamat dan Jalan Keselamatan itu dan itu telah dikerjakan dengan sempurna didalam diri Tuhan Yesus Kristus. DIA yang menebus dan mengampuni segala dosa manusia dengan sempurna pada saat kematian-Nya di atas kayu salib dan dinyatakan dalam kemenangan-Nya atas kebangkitan-Nya. Oleh karena Dia bangkit dan hidup maka Dia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati maupun orang-orang hidup (bndg Rm 14:9). Inilah yang memberikan jaminan keselamatan yang sejati.

Sekilas saya ingin mengajak Bpk/Ibu/Sdr/I untuk mengenal siapa Filipus itu. Filipus adalah salah satu Diaken yang telah dipilih oleh para rasul. Lalu ia pergi dan tinggal di Samaria. Di sana Filipus melayani Tuhan, memberitakan Injil bahkan Roh Kudus memperlengkapi dia dengan karunia mujizat-mujiz1at pelayanan sehingga banyak orang menjadi percaya. Dalam pelayanan itu kemudian Allah memakai Filipus untuk menjadi pekabar Injil yang menemui sida-sida orang Etiopia itu. Dalam Perjanjian Lama, negeri Etiopia juga di sebut Etiopia dalam Perjanjian Baru. Negeri itu terletak di selatan Mesir, sekarang dikenal dengan Sudan. Pada waktu itu diperintah oleh para Ratu dengan gelar Sri Kandake. Pegawai-pegawai tinggi yang dekat dengan Ratu disebut sida-sida. Nah, sida-sida itu bekerja pada Ratu, yang memegang jabatan apa yang sekarang disebut menteri keuangan. Dalam pekerjaannya, sida-sida sering bertemu dengan orang-orang Yahudi dan dengan dorongan Roh Kudus ia ingin membaca dan mempelajari agama Yahudi.

Dalam perikop ini, ada seorang sida-sida pergi ke Yerusalem untuk melihat tempat dan cara beribadah mereka yaitu Bait Allah di Yerusalem. Dalam perjalanan pulang, ia membaca kitab Yesaya. Tidak dijelaskan apakah kitab itu dibawa dari Etiopia atau dibeli di Yerusalem tetapi yang pasti ia sedang membaca kitab nabi Yesaya pasal 53 dan ia tidak mengerti artinya.

Dalam ketidak-mengertiannya itu, maka Allah mengutus Filipus untuk bertemu dengan sida-sida. Utusan Allah itu adalah seorang malaikat yang memberi perintah secara langsung kepada Filipus. Memang, tidak dijelaskan bentuk penampakan dirinya tetapi perintah itu dicatat dengan teliti : “bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan ……dari Yerusalem ke Gaza, jalan itu jalan yang sunyi”.

Ke sebelah selatan, banyak yang menterjemahkan “menjelang siang”. Untuk menentukan waktu kapan Filipus pergi ke tempat itu dan tempatnya pun secara detail dicatat yaitu antara jalan Yerusalem dan Gaza. Di antara banyak jalan itu, ada jalan yang terkenal dengan sebutan jalan sunyi. Filipus mentaati perintah itu dan berjumpa dengan sida-sida dari Etiopia itu dan ketaatan Filipus menjadi teladan bagi kita sekalian saat ini.

Sida berkata bagaimana aku dapat mengeti kalau tidak ada yang membimbing aku ? saya yakin smua orang mmbutuhkan  bimbingan. Siapapun kita tidak bias  berjalan sendiri, kit mau jalan saja orang yang mngjarkn kita untuk belajar brjalan. Apalagi soal iman. Kita dapat bertumbuh bila kita mau Saling membimbing dan saling mendengarkan. Paulus bilang yang kuat   harus membimbing yag lemah.   Kalau saja sida etiopia mau belajar tentang Tuhan, bagaimana dg kita yag betul betul beriman kepada Tuhan dalam  peresekutuan Bait El – Uitiuh Tuan disini.             Dalam perjumpaan itu Filipus menjelaskan apa yang mereka baca dari Yesaya 53 :7,8. Dengan bertitik tolak dari nats itu, Filipus menjelaskan dengan rinci peristiwa yang nyata dalam diri Tuhan Yesus. Akhirnya, sida-sida itu percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi bahkan ia menyediakan diri dibaptis.

Bpk/Ibu/Sdr/I………..

Injil harus diberitakan supaya jalan keselamatan itu dikenal oleh manusia dengan benar, maka Allah memanggil setiap orang yang telah mengalami dan memiliki anugerah keselamatan. Filipus dipanggil dan dipersiapkan Allah untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Perjumpaan Filipus dengan Tuhan Yesus benar-benar merubah pandangan hidupnya bahwa hidup ini sangat berarti karena telah memperoleh keselamatan yang sejati. Pengalaman dan pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus yang benar-benar mengampuni segala dosanya, telah menjadikannya anak Allah.

Itu berarti bahwa keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus itu telah memberikan status yang baru bagi setiap orang percaya termasuk saudara dan saya yang percaya kepada-Nya. Status itu bukan lagi sebagai orang-orang berdosa tetapi sebagai anak-anak Allah yang dengan anugerah-Nya telah diselamatkan dengan pasti. Oleh karena anugerah itu maka setiap orang yang telah diselamatkan, yang didalamnya saudara dan saya ada maka kita dipanggil untuk menyatakan kebenaran keselamatan itu kepada mereka yang belum mengenal dengan baik. Hakekat berita Injil adalah menyatakan karya keselamatan Allah yang telah dikerjakan dengan sempurna di dalam Tuhan Yesus Kristus dengan jaminan yang pasti.

Kalau dikatakan bahwa panggilan pemberitaan Injil adalah menyatakan karya keselamatan Allah yang telah dikerjakan dengan sempurna didalam Tuhan Yesus Kristus maka jelas ini merupakan tugas kita bersama, tugas dan panggilan sebagai gereja Tuhan dan disanalah Roh Kudus memperlengkapi setiap anak Tuhan atau gereja-Nya dalam menyaksikan karya keselamatan Allah. Roh Kudus yang akan menolong dan memampukan kita untuk berani berkata-kata atau menjelaskan pengalaman kehidupan bersama dengan Kristus. Roh Kudus sendiri yang akan berkarya baik dalam diri kita maupun dalam orang yang mau mengenal keselamatan didalam Kristus. Filipus menjelaskan begitu praktis dan sederhana dari pengalaman dan pengenalan kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan JuruselamatNya. Roh Kudus menolong dan memampukan dia menjelaskan keselamatan dalam Tuhan Yesus dengan baik dan benar.

Karena itu, ingatlah Bpk/Ibu/Sdr/I…..bahwa panggilan pemberitaan Injil adalah panggilan kita bersama. Pada saat kita menyediakan diri maka disana Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita. Letak persoalannya adalah apakah kita bersedia atau tidak ? Bersedia untuk duduk bersama dan berbagi rasa bersama seperti kehadiran Filipus di tengah sida-sida ?

Dikisahkan ada seorang anak yang belajar berenang. Tetapi dia salah masuk ke kolam renag, bukan yang dangkal melainkan yang dalam. Akibatnya anak ini langsung tenggelam. Dia berteriak-teriak minta tolong. Lalu datanglah orang yang membawa buku tentang teori-teori berenang, buku itu dilemparkan kepada anak itu sambil berkata : “pelajarilah buku ini dengan baik maka engkau akan selamat”. Lalu orang lain lagi berkata : “Lihat saya, ayo goyang-goyangkan kaki dan tangan seperti saya ini maka kamu akan selamat”. Orang itu terus menggoyang-goyangkan badannya di atas kolam renang supaya bisa dilihat anak ini. Tidak berapa lama kemudian, anak itu mulai lemas dan akan mati. Akhirnya, ada seorang yang melihat, dia tidak berbicara banyak. Langsung saja orang itu terjun ke dalam kolam itu dan kemudian mengangkat anak itu keluar dari kolam yang dalam itu.

Bpk/Ibu/Sdr/I………

Gambaran inilah yang merupakan panggilan kita. Tugas kita bukan memberi buku atau pelajaran yang tidak dapat dimengerti orang lain. Tugas dan panggilan kita seperti orang yang ke-3. Mau terjun, mau masuk ke dalam kolam itu dan bersama dengan anak itu. Tugas dan panggilan seseorang dalam memberitakan Injil adalah bersedia bersama-sama, duduk bersama dan menyediakan waktu untuk bercakap-cakap dari hati ke hati. Itulah panggilan kita bersama hari ini. Itulah tugas gereja untuk menyatakan kasih karunia Allah, berita sukacita bahwa keselamatan di dalam Tuhan Yesus adalah keselamatan yang benar-benar memberikan jaminan dan kepastian bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Kalau ada istri yang bosan tegur suaminya karena jarang datang gereja, nasihatilah terus jangan menyerah. Biasanya aduh pa pendeta kami su cape berdoa untuk suami, beta lebih baik omong dengan batu daripada omong dengan dia. Ingtalah BERDOALAH SAMPAI MENEMUKAN JAWABAN TUHAN.

Ada sebuah kisah nyata suatu saat ada seorang suami selingkuh dan pergi dengan istri muda, sang istri hanya berdoa dan berdoa. Sang istri menolak diduakan dan suami pun tidak pernah mau meninggalkan istri mudanya. Sang istri terus berdoa minta jawaban Tuhan. Suatu waktu sang suami datang minta maaf dan ingin kembali tetapi dengan membawa istri mudanye ke rumah. Sang istri marah besar dan mengusir suaminya dan tidak mau berkumpul lagi. Tetapi sang istri terus berdoa. 1 tahun kemudian sang suami sakit dan meninggal, saat itulah istrinya dapat jawaban Tuhan, suaminya meninggal Karena terinveksi HIV AIDS. Dia sadar kalau jawaban Tuhan selalu terbaik, kalau saja dia turuti kemauan suaminya pasti dia juga tertular HIV AIDS.

Amien………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *