SALING MELAYANI DENGAN KASIH

Featured Block Khotbah

 

Nats Renungan   : I Petrus 2 : 18 – 25.

TEMA : SALING MELAYANI DENGAN KASIH

 

  Saudara – saudara yang Tuhan Yesus kasahi

Ada banyak pengalaman yang terdapat di tempat kerja. Pengalaman dapat menjadi cerita yang menarik. Salah satu hal yang sering menjadi bahan cerita di tempat kerja adalah tentang Bos atau atasan. Bawahan sering kali menjadikan atasan sebagai bahan cerita diantara waktu – waktu luang yang ada.

Berikut ini cerita  pengalaman seorang pegawai bernama Yani. Yani bekerja di sebuah perusahan periklanan. Ia bekerja sebagai sekretaris. Telah tiga tahun ia bekerja di perusahan tersebut. Pada awalnyas ia sangat bersemangat mengerjakan tugas – tugasnya. Namun pada bual – bulan terakhir ini ia kelihatan tidak bersemangat. Ketika ia makan siang bersama temannya ia berkata bahwa ia ingin keluar dari perusahan tersebut. Ketika didesak oleh temannya alasan keluarnya ia berkata “ Bos sering marah – marah kepadanya tanpa alasan yang jelas.” Ia stress dan sering membuat kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Olerh temannya ia disarankan untuk bersabar dan kuat menghadapi semua tantangan yang ada.

Ada juga cerita lain yang dikisahkan oleh Edwin. Edwin bekerja di sebagai PNS di Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan. Ia bercerita atasannya seorang yang ramah dan baik pada semua bawahan. JIka ada yang berbuat kesalahan dipanggilnya mereka dan diberitahukan kesalahan yang dibuat dengan ramah. Bagi yang bekerja dengan tekun diberinya pujian. Hal tersebuat membuat semua bawahan bersemangat untuk bekerja.

Baik pengalaman Yani maupun Edwin sering juga menjadi pengalaman dari kebanyakan orang yang di tempat kerja berkedudukan sebagai bawahan. Apa yang dapat dilakukan ketika menghadapi atasan yang arogan, suka marah dan tidak peduli pada bawahannya.

Saudara – saudara yang Tuhan Yesus kasihi

Ketika Petrus menulis suratnya kepada jemaat  yang berada di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia salah satu nasehatnta berbicara tentang sikap para hamba kepada tuan mereka. Sebagian besar orang Kristen mula – mula adalah rakyat miskin dan banyak diantara mereka adalah hamba. Hamba – hamba hidup tanpa hak. Nasib mereka berada dalam kekuasaan tuan mereka. Ada hamba yang mengalami perlakuan yang baik. Mereka dianggap sebagai bahagian dari keluarga majikan. Namun tidak dapat disangkal bahwa ada banyak hamba yang mengalami perlakuan yang buruk dari tuan mereka. Kesejahteraan mereka diabaikan. Bahkan ada yang dibiarkan mati karena penyakit tanpa mendapatkan perawatan medis.

Pada waktu itu sangat mungkin seorang hamba menjadi pemimpin jemaat sedangkan seorang tuan menjadi anggota jemaat. Inilah situasi yang baru dalam kehidupan  masyarakat dan persekutuan umat Tuhan. Dalam situasi tersebut terdapat kemuliaan dan juga bahaya. Sangat indah ketika orang – orang yang memiliki status social yang berbeda dapat duduk bersama memuliakan Tuhan tanpa menjadikan perbedaan yang ada sebagai penghalang. Jika ada hamba yang menjadi pemimnpin dalam jemaat maka hamba tersebut tetap menaruh hormat kepada tuannya.Hormat diberikan kepada tuan yang baik dan peramah dan juga kepada yang bengis.Dan agar hamba – hamba tidak jatuh dalam bahaya mengabaikan tugas dan tidak berdisiplin dalam bekerja maka Petrus menasehati mereka agar menjadi hamba yang baik dan pekerja yang setia.

Sebagai seorang hamba  yang percaya kepada Yesus dalam diri mereka hendaknya terdapat kesadaran yang mendalam tentang pekerjaan dan kedisiplinan. Mereka tidak boleh mengabaikan tugas mereka dan acuh  tak acuh pada pekerjaan. Pekerjaan yang baik tidak dilakukan untuk tuan yang ada di bumi, atau demi harga diri atau untuk mendapatkan uang sebanyak- banyaknya tetapi bagi Tuhan.

Saudara – saudara yang Tuhan Yesus kasihi

Apa yang harus dilakukan jika sudah bekerja dengan baik dan setia tetapi masih mengalami perlakuan yang buruk? Menjawab pertanyaan ini Petrus mengacu pada penderitaan Yesus. Penderitaan Yesus yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya telah digenapinya. Yesus tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutNya . Ketika IA dicaci maki, IA tidak membalas dengan mencaci maki; Ketika IA menderita Ia tidak mengancam, tetapi IA menyerahkan kepada DIA, yang menghakimi dengan adil. Penderitaan Kristus menjadi teladan bagi semua orang termasuk bagi mereka yang dalam pekerjaan mengalami perlakuan yang buruk dari atasannya. Hal ini tidak berarti kita pasrah dengan keadaan dan menerima nasib tanpa ada upaya untuk mengubahnya. Sebagai bawahan hendaknya kita mendoakan atasan agar dikaruniai Tuhan hikmat seorang pemimpin. Dengan hikmat diharapkan ia dapat memimpin dengan baik. Kita juga dengan bijaksana dapat mengingatkan atasan untuk sikap dan tingkah lakunya yang tidak menciptakan iklim kerja yang sehat. Tentunya hal itu disampaikan dengan penuh rasa hormat dan niat hati yang tulus.

Sikap tidak patuh pada perintah atasan, bekerja semau  diri atau keluar dari tempat kerja bukan sikap yang tepat. Hal itu dapat merugikan diri kita. Dapat saja perbuatan kita berdampak buruk pada keadaan rekan lainnya jika tugas yang menjadi tanggungjawab kita tidak dikerjakan dengan baik dan setia.

Jika segala usaha terbaik telah dilakukan tetepi masih saja mengalami perlakuan yang buruk maka maka terimalah hal itu sebagai salib untuk setiap pekerjaan baik yang telah dilakukan dengan baik dan setia. Penderitaan itu adalah kasih karunia pada Tuhan.

Diakhir dari renungan ini dapat diingatkan :

  1. Perbuatan menjelek – jelekan atasan bukan sikap yang tepat. Mengabaikan tugas dan tanggungjawab pekerjaan bukan perbuatan yang tepat. Bentuk protes yang demikian tidak mengubah keadaan bahkan kita yang justru telah memperburuk situasi. Tetaplah bekerja dengan setia dan rajin.
  2. Penderitaan Yesus memberi kekuatan kepada kita untuk bertahan terhadap sikap dan tingkahlaku atasan yang tidak bersahabat sambil mengusahakan terjadinya perubahan.
  3. Lihatlah perlakuan atasan yang tidak bersahabat sebagai salib yang kita pikul untuk pekerjaan yang telah kita lakukan dengan baik dan setia

 

Amin……!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *